Judul tulisan ini saya ambil dari perkataan Dory, tokoh ikan dari film dengan judul yang sama dengan namanya. Dia melontarkan perkataan itu, ketika ada yang bertanya padanya, apa yang akan dia lakukan jika hidup membuatnya kepayahan dan memaksanya untuk menyerah? “Just keep swimming!”, katanya.
Perkataan itu terasa begitu relevan untukku. Anak-anak yang sakit, rutinitas bolak-balik rumah sakit sampai tengah malam, status tubel yang masih menggantung, jadwal mengajar dengan 8 mata kuliah semester ini, artikel-artikel yang rejected dan meminta perbaikan. Belum lagi dengan penyesuaian tinggal di Indonesia, yang entah kenapa terasa sangat melelahkan karena kami harus bolak-balik ke tempat kerja, rumah sewa, rumah mertua, yang di antaranya diapit kemacetan yang menyedot energi. Rasanya sungguh tidak mudah menjalani hidup di Indonesia setelah merasakan akses kemudahan hidup di luar negeri sekian tahun.
Tapi benar, “just keep swimming!”. Ini tidak mudah, tapi insya Allah akan terlewati. Kalau Allah percaya, memberi jalan kehidupan ini kepadaku, aku hanya harus terus “swimming” dengan penuh, dengan sabar dan syukur.
Makassar, 22 April 2026
Ditulis ketika anak ketigaku yang bayi sedang tidur pulas dan aku di sampingnya menemani sambil mengetik di HP Iphoneku yang jadul ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar